Hujan di tengah malam

Langit berwarna kelabu
Kegelapan mulai terjaga
Angin berlari menderu
Pepohonan mulai meronta

Tetesan air mulai menapak bumi
Air gemericik serasa alunan harmoni
Seluruh mahluk mulai lari sembunyi
Hanya gelegar terdengar memecah suasana

Rasa dingin menusuk sampai ke hati
Kebisuan seakan tiada akhir
Diluar angin seakan menanti
Nyanyian malam dikala sunyi

Biru langitku 10/09/13

Artikel sebelumnya: Tuan mengapa kau berdiam

7 comments:

cara membuat blog sendiri said...

Serem gan ha ha, puisi yang bagus gan

Biru Langit said...

@cara membuat blog sendiri: makasih gan, masa sih serem hehe...

air cooler said...

Air gemericik serasa alunan harmoni. Suka dengan kalimat tersebut. Kita seperti terbawa membayangkan air yang gemericik membuat alunan musik yang harmoni.

ayatlangit said...

mantap puisinya..
Mampir juga ke tempat ku ya.. ada kumpulan puisi juga disana.. siapa tahu kita bisa tukeran puisi :)

Company Profile said...

Bagus gan, aku suka kata"nya
Nice.. :)

kue basah surabaya said...

artikel diatas menjuru pada sebuah kata "hujan". bila kita diberi hujan oleh Allah SWT bersyukurlah, dan jika kita diberi "panas" bersyukurlah pula. karena dengan bersyukur kita tidak akan merasa kekurangan. sebab Allah akan memberikan hal yang lebih jika kita selalu bersyukur kepadanya.

nasi kotak surabaya said...

bila kita diberi hujan oleh Allah SWT bersyukurlah, dan jika kita diberi "panas" bersyukurlah pula. karena dengan bersyukur kita tidak akan merasa kekurangan. sebab Allah akan memberikan hal yang lebih jika kita selalu bersyukur kepadanya.

New comments are not allowed.